Children are Like Sponges

Kamis, Desember 21, 2017


CHILDREN ARE LIKE SPONGES
Frasa ini familiar sekali di telinga kita. Dengan alasan kemampuan otaknya yang tak terbatas, berbondong-bondonglah orang tua mengajari banyak hal di periode emas anak (0-5 tahun).
Mulai dari membacakan buku hingga mengajari calistung!
Ayah Bunda, mesti diingat-ingat betul yaaa.. setiap tahap usia punya masa kritisnya.
Maksudnya, ada yang berkembang pesat di masa kritis itu dan perlu stimulasi yang optimal. Jika masa kritisnya terlewat, bukan berarti tidak bisa distimulasi, bisa, tapi lebih lama.

Di usia 0-5 tahun, apa yang paling optimal distimulasi ?

Tak bosan-bosan kami katakan Pre frontal cortex (PFC) dan Sistem limbik.
PFC adalah bagian otak yang bertugas membentuk nilai dan moral, kemampuan membuat perencanaan, mengontrol diri dan emosi, menunda kepuasan, mengetahui konsekuensi dan mengambil keputusan.
Sedangkan sistem limbik adalah satu set struktur otak yang mendukung berbagai fungsi termasuk emosi, perilaku, memori jangka panjang, pengelolaan motivasi, serta pengaturan organ vital dan penciuman.
Keduanya sudah berkembang sejak janin.
PFC sendiri berkembang sangat pesat di usia 3-5 tahun, bahkan ada yang di usia 2 tahun. Sambungannya mencapai 2 kali lebih banyak daripada orang dewasa.
Artinya, di usia ini lah masa kritis pembentukan moral, penanaman nilai, pengontrolan diri dan emosi, menunda kepuasan, mengetahui konsekuensi, dan mengambil keputusan.

Khusus pengendalian emosi, masa kritis terjadi di usia 0-2 tahun.
Bagaimana bisa bayi mengendalikan emosi?
Bukan.. bukan bayi diminta mengendalikan emosi. Tapi, masa kritis ini memberi landasan kemampuan pengendalian emosi. Apakah landasan itu? ATTACHMENT.
Kelekatan antara anak dengan pengasuhnya, ayah dan ibunya. Jika kelekatan ini tidak terbentuk, perlu usaha ekstra melalui stimulasi lain untuk mendidik anak cerdas emosi.

Apa saja stimulasi yang perlu dilakukan di usia anak 0-5 tahun?
1. Menyusui
Kelekatan terbentuk karena sentuhan yang terjadi antara dua organ sensitif (payudara ibu dan mulut bayi) memberikan stimulus otak untuk membentuk sambungan-sambungan (sinaptogenesis) dan merekam suasana menyusui itu membentuk memori tentang rasa aman.
2. Melakukan aktivitas bersama dengan menyenangkan
Selain melekatkan jiwa pengasuh dengan anak, melakukan aktivitas bersama dapat merangsang sistem limbik menyimpan memori-memori indah. Harapannya, sistem limbik akan sehat karena distimulasi dengan hal-hal yang menyenangkan.
3. Melatih disiplin.
Sejak kapan sih? 2,5 tahun bisa dimulai melatih kedisiplinan. Mulai dari membuat kesepakatan bersama. Misalnya, saat akan pergi ke supermarket, buat perjanjian dulu mau beli apa dan budgetnya berapa. Saat akan ke rumah tante, boleh ngapain aja. Lompat-lompat di atas kursi boleh nggak? Jangan karena dalih "anak saya aktif banget", lalu meminta pemilik rumah yang legowo. Tiap rumah beda aturan lho..
Hal ini penting karena kan PFC yang mengatur moral dan nilai, pengontrolan diri dan emosi serta menunda kepuasan sedang ada di masa kritisnya.
4. Melatih kemandirian
Mereka belajar dari meniru dan melakukan langsung. Kurang 'nampol' mengajarkan kemandirian jika hanya dengan dibacakan buku cerita tentang kemandirian. Otak anak belajar dari praktek langsung dan keteladanan.
Anak usia 14 bulan harus terbiasa makan sendiri, jangan sampai usia 2 tahun masih terus disuapi. Anak usia 2 tahun harus mulai diajari memakai pakaian sendiri, bisa mengatur meja di usia 5, dll.
Kemandirian itu buah dari kebiasaan, bonusnya adalah kepercayaan diri. Kok bisa? Karena anak yang mandiri mengalami momen "Yes, I did it!" berkali-kali. Beri anak kesempatan meski rumah jadi berantakan. Mending mana, rumah berantakan atau otak anak yang berantakan? hehehe

Bagaimana dengan calistung?
Dikenalkan boleh, tapi tujuannya bukan bisa, melainkan SUKA. Tapi ga perlu buru-buru, setelah usia 3,5 tahun lah.. huruf dan angka itu simbol. Macam mana anak sekecil itu diminta memahami. Kita aja baca huruf hieroglyph, emang bisa?
Kalo orangtuanya nggak sabaran trus anaknya nggak bisa malah jadi geregetan, mundur aja deh.. Bisa calistung itu nanti, 7 tahun. Emangnya anak usia 5 tahun perlu bisa calistung untuk apa? Toh dia ga perlu menandatangani cek penting atau akta jual beli kan?
Kecup sayang buat ananda tercinta ya, buibu.. pakbapak.

Yayasan Kita dan Buah Hati
Diambil dari facebook.com/story.php?story_fbid=1572960469397799&id=221502844543575

You Might Also Like

0 komentar