Kamis, 25 April 2019

Orang Tua Kita



Anak lupa, tapi ingatan  orangtua mereka  melekat kuat..

Oleh : Ninin Kholida

Saat saya menyusui adik bayi, mba mendekat. “mi aku pengen tahu rasanya ASI”
“ ASInya buat adek aja, dulu pas mba bayi juga sudah pernah tahu rasanya kok”
“aku gak ingat … memangnya dulu aku juga minum ASInya umi?” 
“mba, mas, kakak, adek semua minum susu umi” jawab saya 
“tapi aku gak ingat, memangnya umi nyimpen fotonya dulu…aku pengen lihat” lanjut mba.

Percakapan sederhana waktu itu tampaknya biasa saja, entah mengapa saya baper banget sampai nangis.
Sedih rasanya menerima kenyataan bahwa putri kecil saya nggak ingat kalau pernah saya susui. Pikiran saya kemana-mana.

File-file lama terbuka, jadi ingat rasanya nangis di pojokan setelah menyusui. Capek banget rasanya menghabiskan 8-10 jam sehari hanya untuk menyusui tandem anak baru lahir sekaligus masnya yang sedang aktif belajar  jalan bahkan lari kesana kemari.

Saya pernah merasa kok hidup rasanya seperti ini saja, sepanjang hari hanya mengurus 3 bayi sekaligus, makan sampai 6x sehari, menyusui lagi, tidur seadanya, masih antar jemput anak pertama yang mulai sekolah. Mengingat lagi rasanya puting di gigit kanan kiri, atau mereka berdua tak berhenti menyusu sedangkan badan dan mata rasanya sudah sangat mengantuk, tapi gak bisa rebahan; hanya duduk bersandar.

Lebay ya ? toh hanya pertanyaan ingin tahu anak 5 tahun, tapi emaknya nangis sampai sesegukan.

Saya bukan menangisi pertanyaan anak saya, tapi menangisi kenyataan bahwa tidak semua hal yang kita lakukan dengan penuh pengorbanan itu ternyata melekat dalam ingatan mereka.

Kepotek rasanya hati, sedih.

Qodarullah beberapa hari berselang, saya membaca sebuah tulisan yang membahas tentang mengapa orang tua di masa senjanya menjadi sangat perasa, sensitive dan mudah tersinggung.
Bahkan jika hal-hal sepele  diabaikan anak-anaknya, seperti pesan untuk membelikan gorengan, untuk menelpon dll.

Mungkin ini cara Allah menegur dan bicara pada saya, tentang rahasia di balik perintah dan kewajiban birrul walidain.

Lalu saya pun menertawai diri saya sendiri, jangankan anak kecil yang berusia 5 tahun itu : toh umimu ini nak, bahkan juga tak tahu rasanya ASI sampai umi punya anak dan mencicipi rasanya saking penasaran.
Padahal dulu umi juga disusui sama nenek. Umi lupa, tapi nenek mengingatnya. Sama seperti yang umi rasakan sekarang ketika kau menanyakannya.

Umi, mungkin juga seluruh manusia di muka bumi tak menyimpan ingatan tentang bagaimana rasanya keluar dari Rahim melalui liang kemaluan ibunya.
Tapi sang ibu, pasti masih menyimpan kenangan tentang rasa sakit kontraksi yang bisa berlangsung berjam-jam hingga seharian lebih.

Tidak ada anak yang mengingat bagaimana rasanya 9 bulan berada di dalam kandungan, berenang-renang dalam air ketuban sambil mengenyot ibu jari. Tapi sang ibu masih menyimpan ingatan tentang mual muntah berbulan-bulan yang membuat isi makanan dalam perutnya keluar lagi, ia bahkanbisa mencium aroma bau cairan warna hijau kuning yang ia muntahkan hampir tiap pagi.
Seorang ibu tak akan pernah melupakan rasanya persalinan, teriakan saat mengedan. Ingatan tentang hal itu melekat kuat, tapi sang anak lupa. Tak punya jangkauan memori dan rasa sejauh itu.

Seorang teman yang melahirkan sesar dua anak kembarnya pernah bercerita pada saya, 
 “Saya masih bisa mendengar kepanikan dokter dan perawat karena pendarahan saya makin banyak dan sulit dihentikan. Tubuh saya rasanya  ringan seperti terbang sampai semuanya gelap” 
“Saya ingat bahkan pernah membatin, kalau saya mati saat persalinan ini saya ridho Ya Allah, tapi ijinkan anak-anak saya hidup”, ceritanya sambil menangis.

Tentu saja dia masih hidup karena bisa menceritakan kembali pengalaman near to death itu, bisa membuka mata setelah dua hari terbaring koma itu rasanya seperti sebuah keajaiban luar biasa. Nyatanya memang apa yang kita keluhkan hari ini tak sebanding dengan keajaiban yang Allah berikan setiap hari : nyawa yang masih bersatu dengan badan, nafas yang masih  bisa kita hirup, kasih sayang, cinta, pertolongan dan banyak hal lainnya. Lalu saat saya ingin mengeluh tentang anak-anak, saya kembali berusaha mengingat bahwa diberikan kesempatan untuk bisa merasakan lelah membersamai mereka tumbuh dan meniti perannya sebagai hamba Allah adalah salah satu anugerah terindah. 

--------------------------------

Kenyataannya, memang tak ada bayi yang menyimpan ingatan saat ibu ayahnya bergantian begadang menjaganya. Ia juga tak menyimpan memori tentang wajah-wajah lelah dan khawatir orangtuanya karena demam yang tak kunjung reda, batuk, muntah yang berkali-kali dan tangis yang melengking hingga lama. Tapi kedua orangtuanya menyimpan ingatan itu.

Tak ada anak yang menyimpan tentang langkah pertamanya, atau saat ia berkejaran merangkak dalam rumah. Tapi ingatan ibu ayahnya lekat. Bahkan saat mereka sekilas melihat seragam sekolah anaknya, mereka tahu bagian mana yang sering kotor karena tanah dan keringat, bagian mana yang sering sobek dan dijahit lagi.  

Orang tua selalu menyimpan kenangan yang lebih baik tentang anak-anaknya dibanding anak itu sendiri.

Karena orang tua secara aktif memberi, mengupayakan dan anak menerimanya. Maka jangan heran jika orang tua begitu sensitive jika anak-anaknya berbuat sesuatu yang menyinggung perasaan mereka, gudang memori itu terbuka seketika tanpa diminta.

Mungkin itulah hikmah mengapa berbakti pada orang tua dijadikan perintah, bukan sekedar hak atau kesukarelaan anak semata. Mungkin itulah rahasia mengapa doa untuk orang tua ada kata “kamaa rabbayani shoghiroo” karena hal-hal terberat yang dilakukan orang tua sewaktu anak-anak mereka masih kecil justru samar diingat anak-anaknya, bahkan mungkin lupa.

Setelah merenung lama, saya akhirnya bertanya pada diri sendiri : “apakah yang paling penting adalah memori dalam kepala?” bukankah kita sekolah selama belasan tahun juga pada akhirnya lupa atau sengaja melupakan berbagai rumus, PR dan jawaban pertanyaan pada ujian ? lalu apakah yang lebih penting dari ingatan dan hafalan ?   

Saya menghela nafas panjang, setelah mencari-cari foto menyusui dan tak menemukannya. Bahwa saya memang tak perlu meyakinkan apapun pada anak-anak saya bahwa saya pernah menyusui mereka.
Saya tak perlu menyesali bahwa abinya tak pernah merekam proses persalinan,  hanya untuk mengingatkan mereka bahwa saya benar-benar pernah melahirkan mereka. Tak ada yang perlu saya yakinkan dengan bukti-bukti hanya untuk membuat ingatan mereka aktif kembali.

Karena ternyata jejak yang paling penting itu bukan terletak pada berapa bytes ruang otak mereka menyimpan kenangan tentang kami orang tuanya, Bukan tentang bagaimana memori itu bertahan dalam jangka panjang.
Saya sadar kalau saya tak perlu berpayah-payah meyakinkan mereka, karena  saat saya belajar tentang saraf dan kerja otak, bahwa setiap hari ada proses lupa dan melupakan sebagai cara penghapusan memori jangka pendek yang tak relevan oleh otak kita, Itu alamiah.

Saya akhirnya sadar bahwa saya tak bisa memaksa bayi-bayi yang beranjak besar itu untuk bisa mengingat semuanya saat fungsi otak mereka belum bekerja sempurna. Justru saya mensyukurinya, karena itu bagian dari kasih sayang Allah.

Bayangkan betapa sedihnya anak-anak itu jika mereka bisa mengingat setiap detail kejadian sewaktu mereka bayi, saat perempuan yang pertama kali belajar jadi ibu itu begitu cepat tersulut amarahnya karena lelah, pasti kita pun malu jika bayi-bayi kita bisa mengingat betapa banyak kesalahan yang kita lakukan pada mereka karena kebodohan kita. 

Maafkan umi nak, kalian begitu banyak menerima ketidaksempurnaan umi dan masih saja belajar untuk mencintai. Kita ini, orang tua anak yang sama-sama saling belajar menerima kekurangan dan bersabar untuk terus belajar sehingga bisa bersyukur. 

Setelah itu, saya kian sadar bahwa fokus terpenting dalam proses ini adalah membuat semua payah jadi lillah. Mengembalikan kelemahan pada sang pemilik kekuatan tak terbatas. Terus-menerus berusaha agar ikhlas tak lagi terasa berat, karena hanya ikhas dan suka cita yang bisa menjangkau jiwa. Jiwa tak bisa disentuh hanya dengan akal logika, apalagi memori semata-mata. Bahasa pertama yang dimengerti saat kosakata belum terucap adalah bahasa rasa, kekayaan emosi jiwa. 

Karena itu berhajat benar kita semua untuk melibatkan sang Pemilik jiwa, penggenggam semesta agar menolong kita, agar memelihara fitrah anak-anak kita, memberikan rahmat kepada kedua orang tua kita. 

Lapangnya dada untuk memaafkan dan memberi maaf tak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan ilmu yang tak seberapa, karena itu kita butuh memohon pertolonganNya membersihkan jiwa yang karat lagi berpenyakit. 

Sering diri merasa bahwa berbuat baik itu adalah kelaziman dan kewajiban orang tua pada anaknya, sehingga yang muncul adalah sikap tuntut-menuntut.

Anak merasa berhak, lalu menunut hak, apalagi jika merasa telah berbuat lebih baik dari yang dilakukan orang tua.

Inilah yang kadang tak terungkap alam teori pemulihan inner child.

Padahal jika sejenak mau mendengarkan nasihat Umar pada seorang lelaki yang telah berpayah-payah menggendong ibunya untuk thawaf dan sa’I, “apakah aku telah membalas dan berbakti pada ibuku?” 
Umar menjawab, “tidak, bahkan tak cukup untuk membalas satu helaan nafas saat ia melahirkanmu” 

Asstagfirullahaladzim. Wallahu’alam bish showab   
Semarang, 9 April 2019.

Rabu, 10 April 2019

Bahasa Cinta Pasangan

Alhamdulillaah ngeblog lagiiiii..
Kali ini saya mau share quiz menyenangkan. Seru-seruan bersama suami sekaligus merajut cinta lebih kuat.
Cekidot...



*Untuk tulisan dalam format PDF, bisa wapri saya yaa..Klik bit.ly/homeschoolerjournal


=============

Waktu mengerjakan 10-15menit, kerjakan saat santai. Jangan mengerjakannya dengan terburu buru. 

1. Lebih berkesan bagi saya ketika...

A. Saya menerima catatan atau SMS atau email kata-kata manis saat sedang tidak ada sesuatu yang khusus dari orang yang saya kasihi. 

E. Saya berpelukan dengan pasangan saya

=============

2. Lebih berkesan bagi saya ketika..

B. Saya bisa Menghabiskan waktu sendiri hanya berdua dengan pasangan saya. 

D. Pasangan saya melakukan sesuatu yang praktis untuk membantu saya. 

=============

3. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Pasangan Saya memberi bingkisan kecil sebagai tanda bahwa kami saling mengasihi

B. Saya mengambil waktu yang nyaman tanpa gangguan dengan pasangan saya

=============

4. Lebih berkesan bagi saya ketika...

D. Pasangan saya secara tidak disangka melakukan sesuatu untuk saya seperti mengisi penuh bahan bakar mobil saya atau mencuci pakaian

E. Saya saling bersentuhan dengan pasangan saya

=============

5. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Pasangan saya merangkul saya di muka umum

C. Pasangan saya memberi saya kejutan berupa bingkisan kecil

=============

6. Lebih berkesan bagi saya ketika...

B. Saya bersama dengan pasangan Saya, bahkan sekalipun kami tidak melakukan apapun

E. Saya bergandengan tangan dengan pasangan saya

=============

7. Lebih berkesan bagi saya ketika...

C. Pasangan saya memberi saya bingkisan

A. Saya mendengar kata 'I love you' dari pasangan saya

=============

8. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Saya duduk dekat dengan pasangan saya

A. Saya dipuji oleh pasangan saya tanpa alasan yang semu

=============

9. Lebih berkesan bagi saya ketika...

B. Saya mendapat kesempatan untuk bercengkerama dengan pasangan saya

C. Saya mendapat hadiah yang tidak terduga dari pasangan saya

=============

10. Lebih berkesan bagi saya ketika...

A. Saya mendengar pasangan saya berkata kepada saya, "Saya bangga kepadamu"

D. Pasangan saya membantu saya mengerjakan tugas-tugas saya

=============

11. Lebih berkesan bagi saya ketika...

B. Saya mengerjakan sesuatu bersama-sama dengan pasangan saya

A. Saya mendengar kata-kata dorongan dari pasangan saya

=============

12. Lebih berkesan bagi saya ketika...

D. Pasangan saya melakukan sesuatu untuk saya dan bukan hanya membicarakan tentang melakukan sesuatu yang baik

E. Saya merasa terhubung dengan pasangan saya melalui pelukan

=============

13. Lebih berkesan bagi saya ketika...

A. Saya mendengar pujian dari pasangan saya

C. Pasangan saya memberikan sesuatu kepada saya sebagai perwujudan bahwa ia sangat perhatian kepada saya

=============

14. Lebih berkesan bagi saya ketika...

B. Saya bisa terus bersama-sama dengan pasangan saya

E. Punggung saya dipijat oleh pasangan saya

=============

15. Lebih berkesan bagi saya ketika...

A. Pasangan saya memberikan sikap positif terhadap sesuatu yang sudah saya capai

D. Pasangan saya melakukan sesuatu untuk saya yang saya tahu bahwa ia sebenarnya kurang bisa menikmatinya

=============

16. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Pasangan saya dan saya sering berpelukan

B. Saya merasa pasangan saya menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu yang saya perhatikan

=============

17. Lebih berkesan bagi saya ketika...

D. Pasangan Saya mengerjakan proyek khusus yang harus saya selesaikan dengan saya

C. Pasangan saya memberikan hadiah yang sangat menarik

=============

18. Lebih berkesan bagi saya ketika...

A. Saya di Puji pasangan saya karena penampilan saya

B. Pasangan saya menyediakan waktu untuk mendengarkan saya dan ia benar-benar memahami perasaan saya

=============

19. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Pasangan saya dan saya menunjukkan sentuhan non seksual di muka umum

D. Pasangan saya menawarkan untuk mengerjakan urusan-urusan saya

=============

20. Lebih berkesan bagi saya ketika...

D. Pasangan Saya mengerjakan lebih banyak daripada yang biasanya dia kerjakan dalam pembagian tugas-tugas dengan saya

C. Saya mendapat hadiah dari pasangan saya yang saya tahu bahwa hal itu ia pilih dengan sungguh-sungguh

=============

21. Lebih berkesan bagi saya ketika...

B. Pasangan Saya tidak membuka handphone nya ketika kami berbincang-bincang

D. Pasangan saya mengajak saya keluar untuk meringankan rasa tertekan saya

=============

22. Lebih berkesan bagi saya ketika...

C. Saya bisa mengharapkan sebuah perjalanan liburan karena hadiah-hadiah yang saya cegah untuk diberikan

A. Saya mendengar kata "saya menghargaimu" dari pasangan saya

=============

23. Lebih berkesan bagi saya ketika...

C. Pasangan saya membawakan oleh-oleh saat ia pulang dari bepergian

D. Pasangan Saya mengerjakan apa yang seharusnya menjadi tugas saya Karena saya terlalu lelah untuk mengerjakannya

=============

24. Lebih berkesan bagi saya ketika...

B. Pasangan Saya tidak menyela saya ketika saya berbicara

C. Pemberian hadiah menjadi bagian yang penting dalam hubungan kami

=============

25. Lebih berkesan bagi saya ketika...

D. Pasangan saya membantu saya ketika ia tahu bahwa saya sudah kelelahan

B. Saya pergi ke suatu tempat untuk menghabiskan waktu dengan pasangan saya

=============

26. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Pasangan saya dan saya memiliki keintiman secara fisik

C. Pasangan saya memberikan kado kecil yang ia beli saat ia sedang beraktivitas

=============

27. Lebih berkesan bagi saya ketika...

A. Pasangan saya mengatakan sesuatu yang mendorong semangat saya

B. Saya menghabiskan waktu untuk mengerjakan aktivitas atau hobi dengan pasangan saya

=============

28. Lebih berkesan bagi saya ketika..

C. Pasangan Saya memberi hadiah kejutan untuk menunjukkan penghargaan kepada saya

E. Pasangan saya dan saya sering bersentuhan ketika melakukan aktivitas sehari-hari

=============

29. Lebih berkesan bagi saya ketika...

D. Pasangan saya membantu saya, Khususnya ketika saya tahu bahwa ia sebenarnya sedang sibuk

A. Saya mendengar pasangan saya secara khusus berkata "Aku menghargaimu"

=============

30. Lebih berkesan bagi saya ketika...

E. Pasangan saya dan saya berpelukan setelah ia pulang dari bepergian beberapa lama

A. Saya mendengar pasangan saya berkata betapa berharganya saya bagi dia

=============

HASIL


A._______ Word of affirmation (kata-kata)

B._______ Quality time (kebersamaan yang berkualitas)

C._______ Gift (hadiah)

D._______ Act of service (tindakan melayani)

E._______ Physical touch (sentuhan fisik) 


Bahasa Cinta yang mana yang nilainya tertinggi?

Inilah yang menjadi bahasa cinta utama Anda.

Jika ada 2 bahasa Cinta yang point totalnya sama, itu menandakan Anda "Bilingual" dan memiliki dua bahasa cinta utama. 



Sumber : Turn on the Love part 1

Jumat, 04 Januari 2019

Sepotong Cerita tentang Palestina

Khalid

- Guide yg seru, lucu plus haru -


Tgl 24,25,26 Desember 2018 kemarin saya sekeluarga singgah di Palestina. Ini impian saya sejak kecil ketika almarhum Bapak saya berkisah ttg Nabi Musa & kaumnya Bani Israel, dan sejarah zionisme Israel.


Saya begitu terkesan dg cerita Bapak, namun kesan ini sulit saya turunkan ke ketiga anak saya (Dio 19th,  Iban 15th, Jenar 11th) besar kemungkinan krn perbedaan generasi antara sy dg anak2 dan “modal pengetahuan” saya yg menipis. Itu makanya cinta mereka kepada Al-Aqsho saya rasa tergolong biasa saja.


Impian masa kecil dan tanggungjawab mewariskan kesan cinta ke anak2 itu itu menjadi lebih kuat ketika saya membaca hadist ttg tiga masjid yg utama dikunjungi yaitu: Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Al-Aqsho di Palestina berbunyi sbb:


لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ


Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).


Saya dan suami sepakat, kami akan menabung untuk mengajak anak2 ke Al-Aqsho saja, sedangkan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi biarlah anak2 sendiri yg mengupayakan dg bekal mrk sendiri kelak. Perjalanan ke Al-Aqsho akan menjadi kenangan spiritual tersendiri krn sejarah dan kondisinya skrg yg penuh perjuangan.


Selama kami di Palestina, kami didampingi tour guide bernama Khalid , usianya 51th warga asli Palestina. Bhs Indonesianya lancar sekali bahkan bisa pantun, bhs prokem semacam kata “termehek2”, “tongpes”, “gabut” dll. Hehee..


Uniknya semua dia pelajari otodidak dan tidak pernah ke Indonesia, hiks boro2 ke Indonesia..keluar Palestina tdk pernah krn status kewarganegaraannya dibuat rumit oleh pemerintah Israel shg tdk bisa urus passport.


Di usianya yg 51th ini Khalid dan keluarganya (punya 4 anak) tinggal di tanah yg sdh dibeli namun statusnya msh sewa dg pajak tinggi ke pemerintah Israel krn birokrasi yg berbelit2 bertahun2 tdk tuntas. 

Banyak diskriminasi yg ditetapkan Yahudi ke Palestina (baik warga Muslim maupun Nasrani. Misal dlm hal penggunaan air, warga Palestina hanya boleh mengambil air dr air hujan, sementara Yahudi boleh membuat sumur bor. Demikian jg dg pendidikan, sekolah Yahudi lebih bagus fasilitas dan kualitasnya drpd warga Palestina. 


Di Palestina, Muslim dan Nasrani hidup damai bersatu seiring sejalan terkait Yahudi. Sudah jd cerita jamak Yahudi hendak memisahkan Muslim dan Nasrani Palestina namun sejauh ini tdk pernah berhasil, kecuali Nasrani pendatang yg jumlahnya sedikit sekali. 


Kota Yerusalem tempat Al-Aqsho berdiri skrg dlm otonomi Israel, krn itu di setiap sudut kota Yerussalem (dan tentu di masjid Al-Aqsho) bny sekali tentara Israel bersenjata lengkap. Muslim di Palestina setiap hari sdh siap dg pagi brgkt dan malam tdk kembali alias tewas.


Sepanjang jalan di Yerussalem terdapat tembok tinggi yg dibuat Israel untuk memisahkan sesama warga Palestina, jika kita melihat dari atas Bukit Zaitun akan nampak sekali warga Palestina spt dibuat hidup dalam kotak penjara. 


Di hari terakhir kami dg Khalid, ketika di perbatasan Israel - Mesir tepatnya di border Taba , Khalid berpesan untuk terus mendoakan warga Palestina supaya kuat dan sabar dlm memperjuangkan kemerdekaan Palestina, terutama Masjid Al-Aqsho. Dia melepas kami dg kalimat “teruslah ingat kami, dan berdoalah spy bisa kembali ke sini my brothers”.


Saya menjawab, InshaAllah. Semoga kami bisa kembali ke Palestina negeri yg tanahnya subur krn darah para syuhada.



Diena Syarifa

01 Jan 2019

https://www.facebook.com/100000163704935/posts/2508472852501480

Sabtu, 10 November 2018

Kesederhanaan Rasulullah


Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam adalah seorang pemimpin umat, seorang khalifah, manusia terbaik.

Namun apakah kehidupan beliau bergelimang harta dan kemewahan?

Ternyata tidak demikian.

Sebaliknya kehidupan beliau sangat-sangat sederhana dan bersahaja.


Kita akan simak riwayat-riwayat berikut ini yang menunjukkan betapa sederhananya kehidupan beliau.


Gelas pecah ditambal oleh Nabi


Anas bin Malik radhiallahu’anhu mengatakan:“Gelas Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pecah. Kemudian beliau menambal bagian pangkal gagangnya dengan perak”


(HR. Bukhari no. 3109).


Sebagian kita mungkin memiliki gelas-gelas yang cantik dan menarik. Ketika retak, atau pecah, maka biasanya tak lagi berselera untuk memakainya dan akan berpikir untuk menggantinya dengan yang baru. Namun ternyata tidak dengan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam gelas yang pecah ditambal boleh beliau. Betapa sederhananya.



Sederhananya cara berpakaian Nabi


Dalam suatu hadits Bukhari-Muslim, diceritakan tentang seorang Arab Badwi (daerah gurun/desa pinggiran) yang mengajukan beberapa pertanyaan penting dan mendasar kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, ketika beliau sedang berkumpul bersama para sahabatnya di masjid.


Namun yang menarik, perhatikan bagaimana ketika orang Badwi ini masuk ke masjid. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau mengatakan:


“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sedang bersama para sahabatnya, datanglah seorang lelaki Badwi lalu bertanya: ‘siapakah diantara kalian yang merupakan cucu Abdul Muthalib?’”


Dalam riwayat lain:


“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sedang bersama para sahabatnya, datanglah seorang lelaki sambil menunggang unta, lalu ia meminggirkan untanya di masjid kemudian mengikatnya. Ia bertanya: ‘siapakah diantara kalian yang bernama Muhammad?”

(HR. Bukhari no. 63, Muslim no. 12).


Jadi lelaki Badwi ini hendak mencari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, seorang Rasul, namun dia melihat tidak ada orang penampilannya mencolok atau beda sendiri. Sehingga dia perlu untuk bertanya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berbusana dan berpenampilan sebagaimana para sahabat, tidak beda sendiri, tidak mencolok perhatian, walaupun beliau seorang yang paling mulia di antara mereka.



Nabi meminta rezeki sekedar yang memenuhi kebutuhan pokok


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam meminta rezeki kepada Allah bagi keluarganya sekedar makanan yang pas memenuhi kebutuhan pokok, bukan harta yang berlimpah ruah.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa:


“Ya Allah, jadikan rezeki keluarga Muhammad berupa makanan yang secukupnya”

(HR. Muslim, no. 1055)


Beliau juga menegaskan bahwa dengan terpenuhinya kebutuhan pokok seseorang di hari ia bangun dari tidurnya, itu sudah kenikmatan yang luar biasa.


Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya”

(HR. Tirmidzi no.2346, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, no. 2318)


Sebagian kita memiliki persediaan makanan bahkan tidak hanya untuk hari ini, bahkan beberapa hari ke depan, atau bahkan sampai berbulan-bulan ke depan. Belum lagi harta dalam bentuk lain yang bisa ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan juga kebutuhan tersier (tambahan). Namun ternyata tidak demikian dengan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, justru rezeki beliau sebatas kebutuhan pokok saja.


Terkadang keluarga Nabi tidak mendapati makanan di suatu hari


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadaku pada suatu hari: ‘Wahai Aisyah, apakah engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini?)’. Aku menjawab: ‘wahai Rasulullah, kita tidak memiliki sesuatupun (untuk dimakan)’. Beliau lalu bersabda: ‘kalau begitu aku akan puasa’”

(HR. Muslim no. 1154)


Dari Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, beliau berkata kepada para sahabat yang lain:

“Bukankah kalian bisa makan dan minum semau kalian? Sungguh aku melihat Nabi kalian Shallallahu’alaihi Wasallam tidak memiliki daql (kurma yang sudah kurang bagus) sama sekali. Dan tidak ada makanan yang bisa memenuhi perutnya”

(HR. Muslim no. 2977)


Ternyata Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak selalu memiliki makanan setiap harinya, bahkan makanan yang sederhana sekalipun. Tidak sebagaimana kebanyakan kita yang walhamdulillah masih bisa mendapati makanan setiap hari bahkan hingga mengenyangkan perut kita.


Istri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, Ummul Mukminin Aisyah radhiallallahu’anha juga mengatakan :

“Pernah kami melalui suatu bulan yang ketika itu kami tidak menyalakan api sekali pun. Yang kami miliki hanya kurma dan air. Kecuali ada yang memberi kami hadiah berupa potongan daging kecil untuk dimakan”

(HR. Bukhari no. 6458, Muslim no. 2282)



Sederhananya tempat tidur Nabi


Tempat tidur yang digunakan Nabi Shallallahu’alahi Wasallam sangat sederhana, terbuat dari kulit yang diisi oleh sabut atau dedaunan. Dari Aisyah radhiallahu’anha:

“Tempat tidur Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari kulit yang diisi dengan sabut”

(HR. Bukhari no. 6456, Muslim no. 2082)


Dan terkadang beliau juga tidur di atas tikar yang terbuat dari dedaunan, sehingga berbekas di kulit beliau jika tidur di atasnya. 


Dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma:


“Umar bin Khattab datang ketika beliau sedang tidur di atas tikar yang membuat bekas pada kulit beliau di bagian sisi. Sontak Umar pun berkata:

“Wahai Nabi Allah! Andaikan engkau menggunakan permadani tentu lebih baik dari tikar ini”. Maka beliau pun bersabda: Apa urusanku terhadap dunia? Permisalan antara aku dengan dunia, bagaikan seorang yang berkendaraan menempuh perjalanan di siang hari yang panas terik, lalu ia mencari teduhnya di bawah pohon beberapa saat di siang hari, kemudian ia istirahat di sana lalu meninggalkannya”

(HR. At Tirmidzi 2/60, Al Hakim 4/310, Ibnu Majah 2/526. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1/800)



✏  Dan masih banyak lagi potret kesederhanaan dari rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.



(Sumber:Muslim.or.id)

Oleh: Group WA Mutiara Risalah Islam



>>>>>>>🌻🌻<<<<<<<





Baca selengkapnya https://muslim.or.id/43655-potret-kesederhanaan-rasulullah-shallallahualaihi-wasallam.html

Selasa, 06 November 2018

Anakmu Investasimu : Resume Kajian Parenting


Resume

Kajian oleh : Ustādzah Arfah Ummu Faynan

Puri Cipaganti

14 Dzulhijjah 1439H


Banyak orang berusaha sekuat tenaga untuk berinvestasi dengan harta yang mereka punya, tapi mereka lupa memikirkan investasi akherat mereka, yaitu anak2 mereka.


Anak2 merupakan pemberian (hibah) dari Allah.

Hibah adalah pemberian tanpa mengharapkan balasan.

Anak-anak merupakan pemberian atau nikmat dari Allah.


Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat Asy- Syuro 49-50

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا {الشورى: 49-50}

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”

(QS. Asy Syura: 49-50)


4 Jenis manusia dari penjelasan ayat diatas


1. Orang-orang yang seperti Nabi Luth Allaihissallam (ayah dari anak2 perempuan)


2. Orang-orang yang seperti Nabi Ibrahim Allaihissallam (ayah dari anak2 laki-laki)

3. Orang-orang yang seperti Nabi Muhammad Shalalahu Alaihi Wasaallam (Ayah dari anak2 laki-laki dan perempuan)

4.Orang-orang seperti Nabi Yahya Allaihissallam (Allah takdirkan tidak memiliki anak)



Anak-anak adalah perhiasan dan ujian bagi orangtua


1. Anak sebagai perhiasan

Allah Subhanahu Wa Taalla berfirman dalam QS :  Ali Imran 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik"


Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat Al-Khaf 46

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan"


2. Anak sebagai ujian

Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat At-Taghabun 15 -

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar"


Suatu ketika Rasulullah Shalalahu Alaihi Wasaallam sedang di atas mimbar, kemudian  Hassan dan Hussein (cucu² Nabi) yang sedang mengenakan baju merah tersandung di dekat mimbar. Nabi yang sedang sedang berkhutbah langsung turun dari mimbar, menghampiri dan menggendong mereka. "Aku melihat kedua anak ini jatuh dan tersandung, aku tak bersabar turun dan menggendong mereka." Padahal saat itu suasana sedang serius.


3. Anak² bisa menyibukkan orangtuanya dalam  ketaatan kepada Allâh (lalai)

Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat Al-Munaafiqun 9. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi"


Janganlah harta dan anak²mu membuatmu lalai dr mengingat Allah.


 Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat At-Taghabun 14. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


Di antara anak²mu ada yang jadi musuh, maka waspadalah. Ketika ada bencana di dunia, orangtua selalu akan mendahulukan anak dan istrinya. Namun ketika kiamat, masing² akan lari menjauhi satu sama lain, sibuk dengan urusannya masing². Orang kafir ingin selamat, ingin menjadikan siapapun di dunia ini sebagai penebus/tameng.


4. Anak-anak menjadi sebab seseorang menjadi pengecut dan pelit

Mengapa orangtua menjadi pengecut? Karena Orangtua takut berjihad (termasuk menuntut ilmu)?

Karena takut mati dan meninggalkan anak-anaknya.

Mengapa orangtua jadi pelit dan penghalang bersadaqah?

Karena takut anak²nya kekurangan krn masih bnyak yg dibutuhkan.


Para Nabi berdoa untuk kebaikan anak mereka.


Nabi Zakaria berdoa seperti dalam Firman Allah dalam Surat Ali Imran 38.

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".


Dan juga  doa orang2 shaleh terdahulu.


Firman Allah dalam Surat Al-Furqan 74 

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ 

مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."



Faidah² memiliki anak shalih :


1. Anak shalih merupakan nikmat dari Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)


Jika seorang anak Adam mati, maka terputuslah semua amalannya kec 3 hal: 1. Shadaqah jariyah yg pahalanyq yg mengalir terus menerus ( contoh memberi mushaf Al Quran, membangun masjid)

2. Ilmu yg bermanfaat (contoh mengajarkan surat Alfatihah)

3. Anak shaleh yang mendoakan orangtuanya.

Sesungguhnya seseorang akan terangkat derajat disurga karena anakmu memintakan ampunan untukmu.


Dari penjabaran diatas, jelaslah pentingnya anak sebagai investasi akherat. Karena itu wajib bagi orangtua mendidik anaknya dalam kebaikan.


Simak At-Tahrim ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"


Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat At -Thaha 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مُرُوا أوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا ، وَهُمْ أبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melakukan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka saat mereka berumur sepuluh tahun jika mereka meninggalkannya, serta pisahkan mereka (antara laki dan perempuan) ditempat tidur[3] .


Diatas 7 tahun usia mumayiz (sudah bisa menenrukan baik buruk)

Tidak boleh dipukul sebelum 10 tahun. Bila 10tahun masih lalai, boleh dipukul sebagai peringatan (pukulan yang tidak membahayakan) dan tidak memukul di wajah.


Rasulullah bersabda, cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika dia menyia-nyiakan keluarga nya.


Tidak memberikan makan termasuk menyia-nyiakan, apalagi sampai tidak memberikan mereka iman.

Banyak manusia tidak mendidik anak-anaknya dalam ketakwaan.


Setelah semua usaha dilakukan namun anak2 tidak sesuai dengan yang diharapkan.



Hidayah ada 2 macam :


1.Hidayah yg merupakan petunjuk/pengarahan (Bimbingan orang tua kepada anaknya)


Setiap ortu diminta utk melakukannya, yaitu menunjukkan/memotivasi  kebaikan dan agar mninggalkan kemungkaran.


Firman Allah Subhanahu Wa Taalla dalam Surat  Asy-Syuraa 52.


وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus."


2. Hidayah yg berupa taufik dari Allâh dan Penerimaan dari Allah


Menerima apa yg sdh diajarkan, Yang bisa memberikan penerimaan tersebut hanyalah Allâh. Orangtua tdk bisa menjamin anaknya akan menerima apa yg dia ajarkan. 

Firman Allah dalam Surat Al Qashash 56.


إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ


"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk"


 Firman Allah dalam Surat Asy-Syura 48.


فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ

"Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat)"


Kewajibanmu hanya menyampaikan

Hasil akhirnya serahkan pada Allah. Seperti dalam Firman Allah  Surat. Al-Baqarah 272. 


 لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ


"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)"


Kesimpulan

Setelah semua usaha dilakukan, maka serahkan dan pasrahkan hati kepada Allâh diiringi dengan doa.


Langkah² nyata dalam mendidik anak sbg investasi di akhirat :


1.  Mulai memperbaiki diri sendiri. Setidaknya berusaha menjadi lebih baik daripada yg dulu. (At-Tahrim 6)

Keshalihan ayah dan ibu merupakan sebab yg paling nyata yg membantu mereka dlm mendidik anak²nya, karena ortu adalah contoh, tauladan bagi anak²nya. 

Anak² akan mncontoh ortu mereka; anak laki² akan mncontoh ayahnya dan anak perempuan akan mencontoh ibunya. 


Firman Allah dalam Surat Ath-Thuur 21. 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya"


Orangtua akan berdosa jika tidak mendidik anaknya.


2. Memilih ibu bagi anak²nya (mencari calon istri shalihah bagi laki²). Orang yg mnginginkan buah yg baik maka akan mencari tanah yg baik. Di antara hikmah pernikahan salah satunya adalah mndptkan keturunan yg shalih dan shalihah, yg mereka beribadah kpd Allâh dan mnjadi investasi bagi ortunya. Sabda Nabi: wanita dinikahi krn 4 perkara (secara umun) yaitu agama, harta, keturunan, dan kecantikan. Agama adalah tolak ukur utama. Yg lain bonus.


Simak Firman Allah dalam Surat An-Nisaa 34.

ِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".


Sifat2 wanita shalihah :

Melaksanakan shalat 5 waktu

Puasa di bulan Ramadhan

Menjaga kemaluannya

Taat kepada suaminya

Maka masuklah ke dlm surga dr pintu manapun.


Mereka pun hendaknya menjaga rahasia suami, tidak membongkar aib suami, tidak mengghibahi suami. Hendaknya menjaga diri agar tidak ditaksir orang lain, termasuk hanya berdandan hanya untuk suaminya dan tidak upload foto ke medsos (walaupun sudah berjilbab syar'i dan bercadar).


Sabda Nabi : Hati²lah kepada yg hijau yg tumbuh di tempat sampah, yaitu perempuan cantik yg tumbuh di lingkungan yg buruk. Jika satu waktu wanita spt itu menikah, maka tidak ada jaminan suaminya bisa mendidiknya.


Sabda Nabi: pilihlah yg baik bagi nuthfah kalian. Ini di antara hak anak terhadap ayahnya, yaitu mencari ibu yg baik bagi anaknya.

Termasuk dalam poin ini adalah perempuan mencari calon suami yang shalih.

Azaz dalam menikah adalah agama dan akhlak karena akan merealisasikan dalam mendidik anak yang shalih.


3. Mengucapkan doa ketika akan berhubungan suami istri. Doanya: bismillah, Allâhumma jannibnasy syaithan wa jannibisy syaithan, maa razaqtanaa.


4. Masa hamil, seorang ibu selain harus memperhatikan kesehatan janinnya, jg melakukan amalan² shalih seperti tilawah Qur'an. Ketika anak lahir, bergembiralah dan disunnahkan untuk sujud syukur. Kemudian disunnahkan jg utk mentahnik bayinya. Berikan sang anak nama yg baik. Jika seseorang memiliki nama yg sangat buruk atau mengandung kesyirikan, maka wajib diganti. Nama yg tidak ada artinya, tidak perlu diganti. Selenggarakan aqiqah (bagi yg mampu). Untuk anak laki² 2 ekor kambing, untuk anak perempuan 1 ekor kambing. Sebagian ulama bahkan mewajibkannya, sebagian lg berpendapat sunnah mu'akkadah. Pendapat terkuat : anak yg meninggal sebelum baligh namun belum aqiqah, maka anak tersebut tidak bisa menjadi syafa'at bagi ortunya.


5.  Berdoa sesuai yg dilakukan para nabi dan orang² shalih, di antaranya doa Nabi Zakaria, di Surah Al-Furqan 74, 

Ibrahim 40, 

Al-Ahqaaf 15 dan 

Ali Imran 36. 

Juga doa² dr hadits, termasuk doa agar anak tidak terkena 'ain (doa Nabi utk Hassan dan Hussein). 


6. Mengajarkan anak-anak kalimat Tauhid


7. Membiasakan mereka memiliki adab dan akhlak yg baik. Setelah disapih, mulailah anak² meniru (spt adonan lembek yg mudah dibentuk) sehingga manfaatkan masa ini utk mendidik adab dan akhlak yg baik (makan dngan tangan kanan, doa ketika bersin, akhlak jujur dan amanah serta menjaganya mereka dari perkara yang haram, misalnya anak kecil² dipakaikan sutra atw perhiasan emas. Walaupun ia belum baligh, namun jgn dibiasakan.


8. Berlemah lembut dan bermain mainlah dengan mereka


9.  Membersihkan rumah dari alat musik dan suara musik, termasuk suara dering telfon dr musik. Jika anak masih suka main game, maka hendaknya musik dr game tsb dimatikan.


10. Membentengi rumah dngan shalat di dlmnya, bacaan Qur'an dan dzikir. Namun tetap utk laki² wajib melakukan shalat 5 waktu di masjid.



Pendidikan anak mulai usia 7-14 tahun :

1) dididik utk shalat

2) diajari Al Qur'an

3) dididik agar taat kpd Allâh dan Rasulullâh. Utk anak perempuan yg masih kecil, boleh diajari mengenakan jilbab syar'i sejak usia dini, namun jgn terlalu keras dan jgn memaksakan.

4) dididik utk mencintai ulama dan menaati pemerintah. Shaykh Bin Baaz: bukan termasuk manhaj salaf orang² yg mengumbar aib pemerintah dan menjelek-jelekkannya.

5) memilihkan sekolah yg baik bagi anak².

6) memilihkan teman yg baik, jgn sampai berteman dngan yg buruk.


Barakallahu Fiik

Diresume oleh Ummu Radhwa Nadia

 

An Ordinary Mama Template by Ipietoon and edited by Ummu Kafa Cute Blog Design