Ini tantangan yang ingin saya lakukan untuk saya sendiri bersama balita saya si bayi imut.
Tidak perlu overexcited, kalem saja. Satu tantangan untuk satu hari.
30 tantangan untuk 30 hari.
InsyaaAllaah dimulai besok.
| Referensi saja |
Day 1 : 29 November 2017
Mengupas Pisang
Sore ini saya menemukan sebungkus pisang di meja.
Ada setengah sisir. Lalu saya tunjukkan kepada Syaima yang memang suka sekali dengan pisang.
Ada setengah sisir. Lalu saya tunjukkan kepada Syaima yang memang suka sekali dengan pisang.
Untuk pertanyaan selanjutnya, yang kurang lebih berisi; Dari sejak dan sampai kapankah anak bisa diajak bermain Islami? Bagaimana tahapan permainan yang mendidik dan menarik untuk anak?
Islam adalah agama sempurna. Menyeluruh. Maka bahkan mengenai bermain pun sudah ada tuntunannya.
Islam membolehkan bermain, sebagaimana telah dibahas kemarin yaitu Aisyah bermain dengan bonekanya dan Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam tidak melarangnya.
| Photo dari Pinterest |
Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh. Alhamdulillah, Allah beri lagi kesempatan kita untuk kembali menjadi hamba-hamba yang senantiasa berusaha meraih ridha-Nya. Salah satunya dengan bersemangat menjalankan salah satu asas utama agama Islam, yaitu majelis Ilmu. Jazaakumullah khayran atas seluruh pertanyaan yang masuk.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk, karena banyak pertanyaan terkait ttg usia anak dan apa tahapan yg tepat saat usia anak tsb; maka sebelumnya kita perlu tuntas dulu membahas prinsip-prinsip pendidikan anak dalam Islam. Tentunya ini memerlukan pembahasan khusus. Namun secara singkat, anak-anak memiliki fase usia yang perlu kita kenali; masa bayi, masa thufulah, masa tamyiz, masa amrad, dan masa taklif.
Menurut Gary Champan & Ross Campbell, MD, dalam buku mereka yang bertajuk The Five Love Languages of Children, terdapat 5 cara anak dan manusia memahami dan mengekspresikan cinta, yakni ;
1. Sentuhan Fisik
2. Kata-kata Mendukung
3. Waktu Bersama
4. Pemberian Hadiah
5. Pelayanan
1. Sentuhan Fisik
2. Kata-kata Mendukung
3. Waktu Bersama
4. Pemberian Hadiah
5. Pelayanan
Bunda...
Inilah Tahapan Kegiatan Membaca dan Menulis dalam Metode Montessori
1. Kegiatan prewriting dan prereading melalui permainan I spy, mendengar dan menyanyikan phonic songs, sambung kata, ulang kalimat, mendefinisikan benda, dll.
2. Menggunakan material metal inset untuk mengembangkan kontrol dan gerakan-gerakan tangan anak saat menulis, memberi pengalaman gerakan berlawanan arah jarum jam (hal ini berkaitan dengan banyaknya huruf yang ditulis dengan arah berlawanan jarum jam), membuat garis dan warna, dll.
