Tapi hari ini kita berburu buku di Gramedia.
Berbekal voucher Sodexo beberapa lembar, Syaima happy banget ketika diberitahu akan diajak ke 'toko buku besar'.
-Karena toko buku nya memang besar, namanya saja Gramedia Mall, tapi Mall yang sepi, hehee-
Tapi apa daya, ternyata kegiatan wisuda yang hanya setengah hari sangat menguras tenaga bumil.
Padahal kegiatan nya hanya duduk-duduk menyimak kegiatan di panggung dan menemani Syaima.
Sesampainya di rumah usai acara, kita langsung tergeletak dan Syaima pun pulas.
Sorenya, kita bermain bersama, lebih tepatnya bercanda bersama.
Dilanjutkan Ummi membereskan rumah yang sama sekali belum tersentuh sejak pagi.
Hingga Maghrib menjelang, tinggal cucian piring yang belum beres dan saya sudah kelelahan (lagi) hahaa..
Jadilah saya hanya menemani nya bermain jual-jualan.
Dia yang menjadi penjualannya dan saya sebagai pembeli nya.
Syaima belum pernah berkegiatan dengan uang sebelumnya.
Karena saya memang sengaja belum mengenalkannya.
Ketika teman-teman di usia nya sudah tau jajanan ini harga sekian dan yang itu harga nya sekian, dia baru saya kenalkan pada jumlahnya saja.
Entah ini salah atau tidak, tapi ini keputusan kami.
Maka dari itu, sekarang adalah waktu yang saya pilih untuk belajar tentang uang bersama nya.
Karena belakangan dia banyak bertanya tentang nilai, harga dan semacamnya.
#gamelevel8
#day2
Belakangan ini Syaima sudah mulai aware tentang penjual Belian, tentang harga, nilai uang, murah-mahal, dan lain sebagainya berkaitan dengan Finansial.
Oleh sebab itu, Ummi berniat untuk mengenalkan pecahan mata uang kepadanya.Dimulai dari pecahan uang kertas.
Saya sudah menyiapkan beberapa hal untuk ini.
Diantaranya mainan uang-uangan, uang asli dan akan menggunakan metode Three Part Cards dari Montessori.
Gambar dia atas adalah gambar mainan uang yang saya print.
Lalu Abi potong-potong dan sebagian lainnya dipotong oleh Syaima.
*Notice potongan yang miring-miring
Hihii..
Nah, foto yang ini adalah dompet yang saya jahit untuk nya.
Supaya dia lebih semangat lagi belajarnya dan merasa sama, Ummi punya dompet dan dia pun sama punya dompet juga.
Nah.. Kalo yang ini Three Part Cards yang belum jadi. Hahaa
Baru jadi template nya saja.
Jadi mulai besok masih akan belajar dengan menggunakan uang mainan dan uang aslinya saja dulu.
Bismillaah..
“Ummi, aku mau makan dengan telor dan kecap.”
Ummi cus menyiapkan menu favorit Syaima selain sayur, nasi telur kecap.
Setelah selesai menyiapkan makan, Ummi sedikit menggoda,
“mau disuapin ga ?”
“Tidaaak..”, lalu dia meminta piringnya.
Di tengah makan, ummi menawari lagi,
“ mau disuapin ga ?”
“Tidaak..”, ucapnya lagi.
Hihii..
Tak lama kemudian dia minta diambilkan minum.
Ummi menengok ke arah dispenser. Ternyata tidak ada gelas di sana. Pantesan minta minum.
“Yuk sama Ummi”, Ummi mengajaknya mengambil minum bersama.
Sesampainya di dapur, Ummi mengambilkan gelas dari cantolan di dinding.
Kemudian diberikan kepada Syaima.
“Ini gelasnya”.
Lalu dia mengambil sendiri air minumnya dan membawanya ke depan untuk lanjut makan.
You did it!
Bayi imut Ummi yang sudah semangat mau jadi kakak 💕
Hari ini Ummi bingung mau cerita yang mana.
Banyak cerita bersama Syaima.
Yang lucu adalah dia suka ngajak ngobrol kucing.
Hihihiii.
Kayanya ini karena nurun dari Ummi yang juga suka ngajak ngobrol kucing deh, hahaa.
Seperti tadi sore, Syaima ngajak kucing suruh masuk lalu diajak duduk bareng.
Kemudian dia mulai ngajak ngobrol, terus diajak ngaji (hafalan) juga.
Hihihiii..
Ummi senyum-senyum ngelihatnya.
Dia memang sangat peka dan perhatian pada hal-hal kecil.
Usai maghrib tadi, selesai makan Syaima cuci tangan.
Kemudian Abi datang membantu. Eh, tidak sengaja baju Syaima terkena air dan basah.
Kemudian dia lari ke Ummi dan merengek.
She's so sensitive.
Dari karakter nya yang satu ini, dia menjadi sosok anak yang sangat perhatian pada hal kecil.
Ini seperti dua sisi mata pisau. Jika kita keliru mengarahkan dan mendidiknya, bisa jadi karakter ini akan bersifat negatif.
Tapi dengan pendidikan yang tepat, insyaAllaah karakter ini baik dan bermanfaat.
Harapan kami, dari karakternya ini kita ingin membangun empati dan simpati pada lingkungan.
Bismillaah..
